Tagged: wanita RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • vedmudz 13:59 pada 26 August 2010 Permalink | Balas
    Tags: , perempuan, wanita   

    Seorang Wanita 

    Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

    Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

    Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

    2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

    Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

    Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad

    Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

    Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

    Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

    Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

    Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

    Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

    Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

    Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

    Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

    Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

    Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

    Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

    Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

    Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

    Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

    Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

    Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

    Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

    Hadis nabi mengenai wanita:

    Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

     
  • vedmudz 14:48 pada 5 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , ukhti, wanita, wanita mutiara   

    Wanita Itu Mutiara … 

    Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Not from his feet to be stepped upon, She was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him.

    Bagaimana perasaan seorang pria jika dikelilingi banyak wanita? Jika pertanyaan itu disodorkan kepada saya, maka ungkapan “bangga” nampaknya cukup mewakili perasaan saya. Saya senang setiap hari dikelilingi wanita cantik, shalihah pula. Dan tentu pada saat itu saya semakin merasa menjadi ‘pangeran’. Ups, jangan curiga dulu, karena wanita-wanita cantik nan shalihah yang saya maksud adalah istri dan dua anak saya yang keduanya ‘kebetulan’ wanita. Insya Allah.Tidak hanya itu, sebelum saya menikah, saya juga lebih banyak disentuh oleh wanita, yakni ibu karena semenjak usia enam tahun saya memilih untuk ikut ibu saat ia bercerai dengan ayah.

    Sebuah naluri kedekatan anak terhadap ibunya yang tidak sekedar karena telah menghisap ratusan liter air susu ibunya, melainkan juga ikatan bathin yang tak bisa terpisahkan dari kehangatan yang senantiasa diberikan seorang ibu terhadap anaknya.Karena itulah, dalam hidup saya tidak ingin berbuat sesuatu yang sekiranya dapat mengecewakan dan melukai seorang wanita. Namun sikap yang tepat dan bijak harus diberikan seorang pria mengingat wanita itu terbuat dari tulang rusuk yang bengkok, yang apabila terdapat kesalahan padanya, pria harus berhati-hati meluruskannya. Terlalu keras akan mematahkannya, dibiarkan juga salah karena akan tetap pada kebengkokannya. Meski demikian, tidak sedikit pria harus membiarkan wanita kecewa demi meluruskan kesalahan itu, toh setiap pria yang melakukan itu pun sangat yakin bahwa kekecewaan itu hanya sesaat kerena selanjutnya akan berbuah manis.

    Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

    Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.

    Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan.

    Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di surga.Untung saya bukan penyanyi ngetop yang menjadikan wanita dan cintanya sebatas syair lagu demi meraup keuntungan. Sehingga yang tampak dimata hanyalah wanita sebatas bunga-bunga penghias yang bisa dicampakkan ketika tak lagi menyenangkan. Kebetulan saya juga bukan bintang sinetron yang kerap diagung-agungkan wanita. Karena kalau saya jadi mereka, tentu ‘kebanggaan’ saya dikelilingi wanita cantik bisa berbeda makna dengan kebanggaan saya sebagai seorang yang bukan siapa-siapa.Bagusnya juga wanita-wanita yang mendekati dan mengelilingi saya bukanlah mereka yang rela diperlakukan tidak seperti bunga, bukan selayaknya mutiara dan tak selembut sutra.

    Bukan wanita yang mencampakkan dirinya sendiri dalam kubangan kehinaan berselimut kemewahan dan tuntutan zaman. Tidak seperti wanita yang rela diinjak-injak kehormatannya, tak menghiraukan jerit hatinya sendiri, atau bahkan pertentangan bathinnya. Juga bukan wanita yang membunuh nuraninya sendiri sehingga tak menjadikan mereka wanita yang pantas mendapatkan penghormatan, bahkan oleh buah hatinya sendiri.Dan sudah pasti, selain tak ada wanita-wanita macam itu yang akan mendekati lelaki bukan siapa-siapa seperti saya ini, saya pun tentu tidak akan betah berlama-lama berdekatan dengan mereka, apalagi bangga.

     
    • anung 08:51 pada 21 Agustus 2010 Permalink | Balas

      tulisannya bagus mbak, tapi bacanya cape habis cuma satu paragraf..barakallahu fiik..

      • vedmudz 15:22 pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas

        hehehe,,, maap ga sempet di edit2 dulu copas dari ms. word.. :D
        thank for ur comment ^_^

  • vedmudz 09:40 pada 19 January 2010 Permalink | Balas
    Tags: bercahaya, , keindahan, keindahan Allah SWT, keindahan batin, keindahan lahir, keindahan Rasulullah saw, keindahan wajah, keindahan wanita, keutamaan keindahan, Khalid Abu Syadi, makna keindahan, wajah penuh cahaya, wanita   

    Membuat Wajah Bercahaya part 1 

    Keutamaan Keindahan

    Memiliki wajah bercahaya adalah keinginan dari semua wanita. Wajah bercahaya bukan berarti harus berwajah cantik. banyak wanita yang memiliki wajah cantik, tetapi tidak sedap dipandang mata. sebaliknya banyak wanita yang memilki wajah yang biasa saja, tetapi terlihat menarik di mata orang lain. Bentuk wajah, warna kulit dalam batas tertentu memang meberikan keindahan. tetapi, telah terbukti ada hal lain yang membuat seseorangan menjadi indah. kita bisa membagi keindahan batin dan keindahan lahir. keindahan batin adalah zat yang dicintai, seperti keindahan ilmu, akal, kemurahan hati, keberanian, ksatria dan lain-lainnya.

    Keindahan batini ini menghiasi rupa lahir sekalipun tidak indah. orang yang memiliki  keindahan batin walaupun berpakaian bagus, kemuliaan dan kharisma akan terasa bila ruhnya tertanam sifat-sifat tersebut. siapa yang melihatnya akan merasa enggan kepadanya dan siapa yang bergaul dengannya akan merasa nyaman. barangkali anda pernah lihat orang yang secara fisik berkulit hitam, tidak elok tapi karena memiliki sifat-sifat terpuji dan rajin salat malam maka dengan sendirinya akan terlihat bagus rupa, menyenangkan dan wajahnya bercahaya cemerlang.

    Sebagian wanita ada yang banyak mendirikan salat malam. ketika hali itu ditanyakan kepadanya maka para wanita menjawab, “Sesungguhnya salat malam itu bisa membuat wajah menjadi elok dan saya suka jika wajahku menjadi elok”. Beberapa tahun lalu saya melihat seorang wanita yang memancarkan wajah yang berbeda dari wanita lain. orang-orang senang dengan kehadirannya dan merasa kehilangan ketika dia tidak ada. sebenernya wajah wanita itu biasa saja bahkan berkulit hitam. awalnya saya mengira hanya saya yang mempunyai prasangka tentang pancaran wajahnya. ternyata temen-teman saya yang menyatakan hal yang sama. saya pun berusaha untuk mencari tahu. apa yang membuat wajah wanita ini begitu menarik.

    Saya curiga, dia pasti melakukan ibadah sunah secara rutin. ketika ada kesempatan, hal itu saya tanyakan kepadanya. Awalnya dia tidak mau menjawab. setelah didesak, dia baru mengaku bahwa selama lima tahun, dia terus menerus puasa senin-kamis dan apabila haid pada hari itu. dia menggantinya dengan puasa daud. Wanita ini juga hampir setiap malam salat tahajud. Luar biasa. Ini adalah salah satu bukti, bahwa kedekatan kita kepada Allah akan menimbulkan pancaran keagungan wajar karena apa saja yang mendekati sumber cahaya, dia akan terkenan pancaran cahaya.

    Keindahan Lahir

    Keindahan lahir merupakan hiasan yang secara khusu diberikan Allah kepada sebgian rupa manusia dan sebagian lain tidak diberi-Nya. Hal ini termasuk tambahan penciptaan-Nya seperti firman sebagai berikut: “Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya ” (Fathir:1). Menurut para ulama, maksudnya adalah suara merdu dan rupa yang elok. keindahan lahir yang diberikan Allah perlu dijaga dari kesombongan. karena kadang manusia lupa akan hal ini, merasa hebat akan lahir yang diberi-Nya. Jadi, mengenakan pakaian dan terompah yang bagus tidak apa-apa selagi berniat hanya karena Allah. tandanya, jika merasa hebat, sok pamer terhadap orang lain maka dialah orang yang rugi karena kesombongannya sendiri, dalam kesehariaannya pun orang sekitarnya akan menjauh tidak mencintainya dan tidak nyaman.

    Keindahan Batin

    Keindahan batin merupakan nikmat Allah yang paling agung diberi pada hamba-Nya. keindahan ini akan terpancar jika bertakwa kepada-Nya. menjaga keindahan ini akan menambah keindahan yang ada semakin bertambah indah. jika keindahan ini digunakan untuk mendurhakai-Nya maka apa yang ada di duni akan diubah, selagi ia masih di dunia. sehingga yang didapatkan sebelumnya akan menjadi kebalikannya, mejadi keburukan dan sesuatu yang menjijikan di hadapan manusia. karena keindahan batin dapat menutupi dan menghapus kekurangan lahir. sedangkan keburukan batin akan menghapus keindahan lahir dan menutupinya.

    Hindari kekejian wahai yang berwajah tampan,

    Jangan ubah keindahan dengan keburukan

    Berbuat baiklah wahai yang tak berwajah tampan

    Tidak akan menyatu dua jenis keburukan

    Karena keindahan merupakan yang disukai jiwa dan diidam-idamkan hati maka Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali rupanya elok dan wajahnya tampan, tepandang dan merdu suaranya. begitulah yang diutarakan Ali bin Abu Talib. Rasulullah saw merupakan ciptaan Allah yang paling elok dan paling tampan, sebagaimana yang dikatakan Al-Barra bu Azib Radhiyallahu Anhu. Dia pernah ditanya, ” Apakah wajah Rasulullah saw laksana pedang?” Dia menjawab “Tidak tetapu seperti rembulan.” (HR Bukhari-Muslim).

    Aisyah Radhiyallahu Anha berkata, bahwa pernah Rasulullah saw sedang ditunggu beberapa orang dari para sahabat di ambang pintu. Beliau bercermin di atas permukaan air, menata rambut dan jenggotnya, kemudian baru menemui mereka. saya bertanya, “Wahai Rasulullah, jadi engkau perlu berbuat seperti itu?”. Rasulullah menjawab, “Benar. jika seseorang hendak menemui saudara maka hendaklah dia menata penampilannya terlebih dulu. sebab Allah itu indah dan menyukai keindahan.” ada seorang wanita cantik menemui Hasan Basri, seraya berkata, “Wahai Abu Sai’d, haruskah kaum laki-laki menikahi wanita?” “Begitulah” jawab Al-Hasan. “Bagaimana dengan diriku” tatkala bertanya itulah wanita tersebut sempat melihat wajah Hasan Basri yang tampan, dan dia tak pernah melihat wajahh yang setampan dia. maka wanita itu berkata lagi, “Wahai Abu Sai’d janganlah engkau menggoda wanita dengan wajahmu!” katanya sambil mengalihkan pandangannya.

    Hasan Basri menimpali, “Andaikata di rumah seorang laki-laki ada wanita seperti dirimu, tentu dia tidak lagi merasakan membutuhkan dunia”. Abdullah bin Quraib Al-Ashmay berkata, “tatkala saya sedang berada di sebuah mata air, tiba-tiba orang berkata, “Dia telah datang, dia telah datang.” Semua orang bangkit dan saya berdiri bersama mereka. ternyata ada seorang gadis yang hendak mengambil air. tak pernah kulihat wajah yang secantik dia, ditambah lagi perawakannya benar-benar sempurna. tatkala dia merasa bahawa semua mata tertuju ke arah diriku maka dia segera menutupkan kain kerudungnya, seakan-akan gumpalan awan yang sedang menutupi matahari. saya berkata, “Jangan engkau halangi kami untuk menikmati wajahmu yang cantik menawan itu!” saat itu pula saya merangkum syair:

    Selayang kau umbar pandangan mata

    Pandangan itu akan membebani hatimu

    Tidak setiap pandanagan kau kuasa memikulnya

    Tidak pula kau bersabar menata pandanganmu

    Makna Keindahan

    Apa itu keindahan? kita tidak bisa mengetahui arti keindahan, samapai kita dapat mengagumi keindahan itu sendiri dan mengagumi yang menciptakan keindahan. ada yang berpendapat, keindahan adalah keserasian ciptaan, harmoni dan keselarasanya. ada juga yang memiliki keserasian, tetapi belum bisa disebut indah. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan itu terangkum dalam beberapa hal seperti keceriaan, keelokan, kebagusan bentuk dan kelembutan.

    Dari beberapa definisi keindahan di atas bahwa setiap manusia mempunyai kemampuan untuk mensifatinya. Rasulullah saw berada di tataran tertinggi dalam hal keindahan. suatu kali, Aisyah memandangi beliau lalu tersenyum sendiri. “Mengapa engkau tersenyum begitu?” tanya beliau .Aisyah menjawab, “Abu Bakar Al-Hudzaliy pernah mensifati dalam syair, Dialah penyembuh wanita yang mengalami kelainan Obat mujarab bagi wanita yang sedang menyusui Andaikan kau lihat gurat-gurat dikeningnya Tentu disana dapat dilihat sinar berkilauan.

    Ada sebagian sahabat berpapasan dengan seorang rahib. lalu berkata, “Sebutlah ciri-ciri Muhammad kepadaku karena seakan-akan aku bisa melihatnya di dalam taurat dan injil.” Sahabat itu menjawab, “Beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula pendek di atas rata-rata. warna kulitnya putih bersih kemerah-merahan, rambutnya tidak keriting dan tidak pula kaku, rambutnya berjuntai hingga menyentuh daun telinga, keningnya kuat, pipinya lebar, matanya hitam dan lebar, hidungnya mancung, gigi-giginya kokoh, lehernya seaka-akan kendi yang terbuat dari perak, wajahnya seperti rembulan”

    Setelah mendengarnya, rahib itu pun masuk Islam. dengan keadaan dan rupa seperti itu beliau masih di anugrahi cinta dan karisma. siapa pun yang memandangnya tentu akan mencintai dan enggan terhadap beliau. Allah terlalu merangkum urut-urutan keindahan lahir maupun batin, Beliau adalah makhluk Allah yang paling indah, ciptaan maupun aklaqnya dan rupa maupun perangainya.

    Keadaan RAsulullah mempunyai keindahan seperti keadaan Nabi Yusuf as keindahan Nabi Yusuf as terlihat pada saat penolakan terhadap istri tuannya yang terpesona akan keindahan lahirnya, dan saat itu keindahan Nabi Yusuf lebih indah dari lahirnya yang selalu menjaga kehormatan diri dan menghindari hal-hal yang hina.

    Allah SWT memberi keindahan lahir mereka dan wajah yang jernih dan membaguskan batin mereka dengan kegembiraan, seperti firman Allah: “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada rabNya mereka melihat.” (Al-Qiyamah:22-23). Allah menghiasi lahir langit dengan bintang-bintang dan menghiasi batinnya denga memelihara-Nya dari gangguan setan. Ayat lain yang serupa sebagai berikut: “Berbekalah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Al-Baqarah:197).

    Allah menyebutkan bekal lahir dan bekal batin. ini merupakan hiasa batin dalam Al-Quran yang dikaitkan dengan hiasan lahir. firman ini ditunjukan kepada Adam sebagai berikut: “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang dan sesungguhnya kamu tidak akan mersa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari di dalamnya.” (Thaha:118-119)

    Allah menyertai kelaparan dengan telanjang bukan dengan kehausan menyertai kehausan dan kepanasan, bukan dengan kelaparan. sebab rasa lapar itu merupakan ketelanjangan batin, sedangkan telanjang merupakan ketelanjangan lahir. Rasa haus adalah panasnya batin sedangkan panasnya terik matahari merupakan panasnya lahir. Umar Bin Khatab Radhuyallahu Anhu berkata, “Jika warna putih kulit wanita sama dengan rambut uban maka keindahaanya sudah sempurna.”

    Aisya Radhuyallahu Anhu berkata, “Kulit yang berwarna putih itu separuh dari keindahan”. Ada empat bagian yang menentukan keindahan di wanita karena bentuknya panjang, yaiut tangan dan kaki, perawakan, rambut dan lehernya, kekurangan diri wanita terletak di empat bagian, yaiut pada kaki, tangan, lidah dan matanya. Seorang wanita tidak boleh membelanjakan apa yang ada dalam rumah suaminya, tidak boleh keluar tanpa seizin suami serta tidak boleh mengumbar lidah (menjaga lisan) dan pandangannya.

    Allah mempunyai cara tersendiri untuk mewujudkan keindahan pada manusia beserta makhluk dan isi alam ini. karena hanya Allah SWT yang mempunyau keindahan sempurna.

    be continued

    —Khalid Abu Syadi—

     
  • vedmudz 00:02 pada 28 November 2009 Permalink | Balas
    Tags: manusia, sempurna, wanita   

    Wanita : Sempurnanya Penciptaan Manusia 

    Empat belas abad yang lalu, Islam telah meletakkan hukum

    yang jelas dan sahih.

    Wanita diletakkan sebagai kaum yang mulia dan dihormati.

    Setinggi apapun kemuliaan seorang lelaki,

    pasti ada kemuliaan yang serupa untuk kaum wanita.

    Wanita tidak diciptakan sebagai “alas kaki” kaum lelaki, malah wanita

    menduduki tangga teratas

    sebagai individu yang paling dihormati dalam sebuah keluarga Islam.

    Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang pada hakikatnya merupakan

    perlambang sifat keras hati

    yang dimiliki sebagai sifat dasar seorang wanita. Karena wanita

    dijadikan sebagai kaum yang lemah

    dari aspek fisik, mereka hanya mampu menggunakan kekuatan spiritual

    ini untuk mengimbangi

    kekuatan lahiriah kaum hawa. Anugerah dasar ini melengkapi apa yang

    tidak mereka miliki.

    Tulang rusuk yang awalnya bengkok merupakan gambaran sifat fisik dan

    mental yang cukup istimewa

    meskipun pada dasarnya, ia merupakan sifat dasar yang tidak seimbang.

    Meluruskannya menjadi

    tanggung jawab yang cukup berat untuk dipikul kaum lelaki. Lantaran

    keupayaan kaum lelaki sebagai

    khalifah di bumi Allah, maka kaum lelaki juga diberikan tanggungjawab

    sebagai pembimbing kepada

    kaum hawa ini.

    Keistimewaan seorang wanita berawal dari masa anak-anak. Sejak

    kehidupan seorang wanita, dia

    dilahirkan dan sewajarnya di asuh dengan segala kelembutan -yang

    membedakannya dengan anak-anak

    lelaki.

    Memasuki usia gadis, seorang wanita mulai dibekali dengan sifat dasar

    yang kian lengkap. Kaum

    hawa pada peringkat ini mulai mengalami perubahan sifat menjadi lebih

    sensitif, keras hati dan

    mungkin agak pemalu. Sifat-sifat ini membentuk kepribadian yang tidak

    seimbang. Lantaran itulah

    kaum wanita dikatakan sebagai lebih cepat matang dibanding kaum lelaki

    akibat perubahan mental,

    fisik dan spiritual yang dialaminya.

    Namun kematangannya itu lebih dipengaruhi oleh pembentukan emosi yang

    senantiasa memerlukan

    bimbingan.

    Dunia wanita sebagai seorang istri dari perspektif Islam juga

    meletakkannya sebagai individu di

    sebelah suaminya. Sebagai istri, wanita diletakkan pada kedudukan

    tertinggi kedua setelah suami,

    tetapi tidak berarti dia tidak perlu dihormati oleh suaminya.

    Lebih lanjut, wanita sebagai seorang ibu diangkat derajatnya lebih

    tinggi daripada seorang bapak.

    Seperti diriwayatkan di dalam hadist, “syurga itu di bawah telapak

    kaki ibu” (riwayat Bukhari).

    Derajat seorang ibu itu mampu mengatasi segalanya selama dia tetap

    menjaga kedekatannya dengan

    Allah dan agamanya. Hal ini karena peranan dan tanggungjawab seorang

    ibu untuk mendidik

    anak-anaknya itu jauh lebih berat daripada tanggungjawab seorang suami dalam mendidik istrinya.

    Ibu merupakan penentu terbesar dalam pembinaan akhlaq dan citra diri

    seorang anak. Dialah yang

    bertanggungjawab mendidik dan membesarkan anaknya. Meskipun ada bantuan

    dari pihak suami, tetapi

    peranan dan tanggungjawab suami sebagai pembina keluarga, mencari

    nafkah dan sebagainya

    memberikan implikasi bahwa, sebagian besar tanggungjawab pembentukan

    diri anak-anak tertumpu di

    bahu si ibu.

    Wanita sering dikaitkan dengan daya sensitifnya yang sering dikatakan

    sebagai sesuatu yang

    berlebihan. Namun disadari atau tidak, sensitifitas milik kaum hawa

    inilah yang membuatnya mampu

    melaksanakan tugas dan peranannya sebagai seorang gadis, isteri dan

    ibu yang sempurna. Tanpa

    sensitifitas ini, mereka tidak akan peka pada setiap kehendak dan

    keperluan dalam kehidupan.

    Dan sensitifitas ini merupakan satu keistimewaan yang cukup berarti,

    karena dengannya, wanita

    mampu melahirkan cinta dan kasih sayang, baik sebagai istri kepada

    suaminya maupun seorang ibu

    kepada anak-anaknya.

    Wanita dilihat dari kaca mata Islam adalah sosok sempurnanya penciptaan

    manusia. Dia dicipta

    untuk melahirkan, menyabung nyawa demi memelihara anak. Islam

    menobatkan kaum wanita pada

    kedudukan yang tinggi tanpa sedikitpun penghinaan, meletakkannya

    sebagai bidadari syurga atas

    segala keistimewaan miliknya selama ia pelihara.

    Oleh karena itu, bagi kaum wanita, bersyukurlah karena anda dilahirkan

    sebagai kaum yang cukup

    istimewa. Mampu menghadapi saratnya tanggungjawab meskipun dikategorikan

    sebagai kaum yang lemah.

    Anda memiliki “kekuatan” yang tak tertandingi oleh kaum lelaki yang

    seharusnya anda hormati.

    Namun kelebihan ini bukanlah alasan untuk bertepuk dada.

    Setinggi apapun derajat kaum hawa diangkat, sehebat apapun seorang

    wanita sebagai seorang

    individu, dan sebesar apapun kesuksesan yang diraihnya, tetap

    memerlukan lelaki sebagai

    pelindungnya. Dan Maha Besar, Maha Suci Allah yang menciptakan

    lelaki dan wanita, perpaduan

    kekuatan dan kelemahan yang saling memerlukan, saling melengkapi

    dalam kehidupan.

    “Kaum hawa dicipta dari rusuk Adam, bukan dari kepalanya untuk

    dijadikan atasannya, bukan dari

    kakinya untuk dijadikan alasnya, melainkan dari sisinya, untuk

    dijadikan teman hidupnya, dekat

    pada lengannya untuk dilindungi dan dekat pada hatinya untuk

    dicintai…..” (hadist Rasulullah)

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.