Tagged: cinta RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • vedmudz 14:35 pada 27 August 2010 Permalink | Balas
    Tags: allahu rabbi, anugerah cinta, cinta, Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu, jatuh cinta, jatuh hati, love   

    Allahu Rabbi aku minta izin

    Bila suatu saat aku jatuh cinta

    Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

    Hingga membuat lalai akan adanya Engkau


    Allahu Rabbi

    Aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta

    Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

    Biar rasaku pada-Mu tetap utuh


    Allahu Rabbi

    Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

    Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu

    dan membuatku semakin mengagumi-Mu


    Allahu Rabbi

    Bila suatu saat aku jatuh hati

    Pertemukanlah kami

    Berilah kami kesempatan

    Untuk lebih mendekati cinta-Mu


    Allahu Rabbi

    Pintaku terakhir adalah seandainya ku jatuh hati

    Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

    Anugerahkanlah aku cinta-Mu

    Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.

     
    • Donie Chan 14:55 pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas

      Permintaan s’org bidadari syurgawi….. Insya Allah… ^_^

    • Firman 14:51 pada 29 Januari 2011 Permalink | Balas

      mmm bagus mbak, btw kaskuser juga ta

  • vedmudz 14:46 pada 7 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: cinta, jangan takut bilang cinta, muslimah   

    Jangan Takut Bilang Cinta 

    Tatkala usia terus merangkak naik sementara calon suami tak kunjung datang, segera keresahan mulai melanda. Pada masa-masa yang terbilang cukup rawan ini seringkali tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seorang muslimah yang ‘kadung’ dijadikan teladan dilingkungannya. Ada muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara pernikahan ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Atau bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.

    Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Biasanya, ia akan melakukan berbagai hal agar “terlihat”, berkomentar hal-hal yang tidak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki shaleh yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema “lelaki” pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.Haruskah terus menerus bersikap membohongi diri seperti contoh pertama diatas. Betapa lelahnya kita ketika harus berbuat seperti itu sementara seolah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu dan berharap semoga Allah segera mendatangkan pilihan-Nya. Atau masihkah tidak merasa malu untuk menghinakan diri dengan aksi over acting dan ‘caper’.

    Menurut Fauzil Adhim, banyaknya muslimah yang belum menikah di usianya yang sudah cukup rawan bukannya tidak siap, tetapi karena mereka tidak pernah mempersiapkan diri. Kesiapan disini, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk menerima calon yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebenarnya, meski jika ditilik kembali sesungguhnya lelaki tersebut sudah memiliki persyaratan yang ‘sedikit’ lebih dibanding lelaki biasa. Misalnya, setidaknya sholatnya benar, akhlaqnya baik, tidak berbuat syirik dan pergaulannya tidak jauh dari orang-orang shaleh. Artinya, lanjut Fauzil, tidak usah mematok kriteria terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya, sah-sah saja untuk melakukannya.

    Pada keadaan tertentu, seringkali para muslimah seperti tidak berdaya mengatasi kelelahannya mencari -menunggu- jodoh. Padahal, ada satu hal yang boleh dan sah saja untuk dilakukan oleh seorang muslimah, yakni menawarkan diri untuk dipinang. Hanya saja, selain masih banyak yang malu-malu membicarakannya, banyak pula yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu, karena tidak pernah dicontohkan oleh para orang tua kita. Asalkan pada lelaki yang baik-baik, dalam pandangan Islam sah-sah saja wanita menawarkan diri untuk dipinang.

    Senada dengan Fauzil Adhim, Ustadz Ihsan Tanjung dalam salah satu rubrik konsultasi keluarga pernah mengatakan, seorang muslimah sebaiknya mengungkapkan perasaannya -keinginannya untuk dilamar- kepada seorang lelaki shaleh yang menjadi pilihannya, ketimbang dia lebih mungkin terkena dosa zina hati karena terus menerus mengharapkan si lelaki tanpa kejelasan atau kepastian.

    Hanya saja, yang mungkin perlu diperhatikan adalah seberapa tinggi daya tawar yang dimiliki oleh para muslimah itu ketika dia harus mengungkapkan perasaannya. Pertanyaan yang sering muncul adalah “seberapa pantas dirinya” saat meminta si lelaki untuk melamar dan menikahinya. Untuk hal ini, sepantasnya bukan kata-kata terlontar dari mulut untuk mengkhabarkan kepantasan diri. Namun, dengan mempertinggi kualitas keshalehahan tanpa mengagungkan kecantikan wajah, mengkedepankan akhlaq yang baik sebagai pakaian sehari-harinya disamping juga ia perlu membenahi penampilannya untuk sekedar meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga mata pandangannya untuk selalu bercermin kepada hati, karena disanalah cinta dapat berkembang.

    Bagi mereka, Kepentingan menghaluskan wajah tidak mengalahkan kepentingannya untuk menghaluskan jiwanya, karena kecantikan yang murni justru terpancar dari jiwa yang cantik (inner beauty). Kecantikan seperti inilah yang senantiasa tumbuh sepanjang waktu. Jika hal-hal itu sudah dipersiapkan sebaik mungkin dan terpatri menjadi hiasan diri, maka melangkahlah untuk menjemput impian. Namun demikian, perlu juga rasanya untuk melatih menata hati dan berjiwa besar jika terpaksa harus bertepuk sebelah tangan atau menerima kenyataan diluar harapan. Wallahu a’lam bishshowaab

     
  • vedmudz 11:43 pada 11 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: cinta, cinta pertama dan terakhir, lirik lagu, sherina   

    Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih
    Sebelumnya ku ikat hatiku hanya untuk aku seorang

    Sekarang kau disini hilang rasanya
    Semua bimbang tangis kesepian

    Kau buat aku bertanya kau buat aku mencari tentang rasa ini aku tak mengerti
    Akankah sama jadinya bila bukan kamu,
    Lalu senyummu menyadarkanku kau cinta pertama dan terakhirku

    Sebelumnya tak mudah bagiku tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini
    Sebelumnya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mengerti

    Bila suatu saat kau harus pergi jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
    Karena senyummu menyadarkannku kaulah cinta pertama dan terakhirku

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.